Minggu, 27 November 2016

Peluang dan Resiko Usaha

Seseorang yang ingin membuka usaha baru, perlu terlebih dahulu melakukan observasi lapangan dan banyak bertanya bagaimana seluk beluk bisnis dalam bidang tertentu. Sebagai orang yang kreatif, calon wirausahawan akan mampu melihat banyak peluang usaha yang  diciptakan. Secara garis besar, ada lima jenis usaha lapangan usaha yang bisa digeluti, antara lain :bidang agraris, perdagangan,  jasa, badan usaha ekstraktif, dan badan usaha industri. Apabila kelima jenis lapangan usaha itu diperinci, maka akan muncul berbagai peluang usaha yang luar biasa banyaknya.

Peluang Usaha              

Jika didefinisikan, sebenarnya bayak sekali peluang usaha yang menguntungkan. Cara mengidentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada bisa dicari, asal saja wirausahawan itu bekerja keras, ulet dan percaya kepada kemampuan sendiri. Setiap wirausahawan sebenarnya mempunyai peluang (opportunity) untuk maju. Adakalanya peluang usaha atau bisnis tersebut tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan. Apa sebabnya? Karena peluang usaha atau bisnis itu tidak digali atau dimanfaatkan dengan baik. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan harus berfikir secara positif dan kreatif, diantaranya:
a. harus percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis bisa dilaksanakan.
b. harus menerima gagasan-gagasan baru didalam dunia usaha atau bisnis
c. harus bertanya kepada diri sendiri
d. harus memdengarkan saran-saran orang lain
e. harus mempunyai etos kerja yang tinggi
f. pandai berkomunikasi
            Peluang usaha bukanlah peluang jika kita tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya. Dengan mempelajari dinamika kehidupan masyarakat, wirausahawan menciptakan kesempatan  usaha atau bisnis apa yang paling tepat.
Dengan tersedianya informasi intern dan ekstren, maka wirausahawan dapat mengetahui:
a. dimana ada peluang (opportunity)
b. apa saja yang mengancam usaha (threat)
c. adakah kekuatan (strenght) yang dapat mendukung usaha untuk mencapai sasaran
d. adakah kelemahan (weakness) yang membatasi atau menghambat kemampuan mencapai sasaran.
            Adapun persyaratan pokok dalam memanfaatkan peluang usaha pada masa depan ialah berpikir positif, optimisme, bersedia bekerja keras dan mau mendengarkan orang lain, mengakui kesalahan, dan mau percaya bahwa pada hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.
Resep Dr. D. J. Schwartz tentang cara memanfaatkan peluang bisnis adalah sebagai berikut.
a. percayalah dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan.
    Hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa, atau tak perlu dicoba dari khasanah pikiran dan khasanah bicara
b. janganlah hadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran wirausahawan.
    Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar. Tardisi lain yang kurang menunjang peluang-puluang usaha adalah etos kerja yang rendah dan terlalu santai.
c. setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri, “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik?”
d. bertanya dan dengarkanlah.
     Dengan bertanya dan memdengarkan, maka wirausahawan akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepaat. Ingat, orang besar memonopoli kegiatan mendengar, sedangkan orang kecil memonopi bicara.
e. peluas pikiran anda.
     Bersamangatlah, bergaullah dengan orangorang yang bisa membuat anda memdapt gagasan-gagasan peluang usaha.

Dalam memanfaatkan peluang usaha, Paul Charlep mengemukakan sebuah rumusan yang mencakup 4 unsur yang harus dimiliki seorang wirausahawan agar mencapi sukses dalam pekerjaannya, yaitu:
a. work hard (kerja keras)
b. work smart (kerja cerdas)
c. enthusiasm (kegairahan)
d. sevice ( pelayan)

 Bagi wirausahawan, pengenalan diri merupakan modal awal untuk mendapatkan mengenali lingkungannya, mengindera peluang usaha, dan mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang usaha tersebut dalam batas resiko yang tertanggungkan untuk menikmati nilai tambah. Seorang wirausahawan perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat mengerahkan dirinya guna memperoleh peluang usaha, menyusun konsep usaha, merencanakan masuk pasar, beroprasi dan mengembangkan diri. Pda prisipnya, pengetahuan tersebut dapt diperoleh dari berbagai narasumber maupun secara empiris dengan mengindera kenyataan. Namun, sangat diperlukan teknik-teknik tertentu supaya berhasil mengumpulkan informasi secara efesien dan efektif.

Resiko Usaha

Setiap usaha yang dilakukan pasti mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan. Dari kemampuan itu diharapkan dapat digunakan untuk mensejahterakan diri sendiri maupun orang lain yang terlibat, banyak resiko yang harus dihadapi.
Beberapa resiko usaha yang mungkin tejadi, antara lain sebagai berikut:
1. perubahan permintaan.
     Perubahan ekonomi, perubahan mode, dan perubahan selera konsumen bisa mengakibatkan terjadinya penurunan permintaan. Kalau hal itu tejadi, otomatis akan menyebabkan kerugian.
2. perubahan kojungtur.
     Perubahan kondisi ekonomi yang tidak menentu, sehingga mempengaruhi keadaan usaha.
3. persaingan.
     Tidak dapat dipungkiri, bahwa dari waktu ke waktu persaingan usaha semakin ketat. Pesaing adalah mereka yang melakukan usaha sejenis dengan usaha kita. Pesaing dapat mengakibatkan usaha kita mengalami hambatan, kerugian, bahkan kehancuran. Untuk itu, kita harus mempunyai untuk bisa bertahan. Diantaranya dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas, baik produk maupun pelayan.
4.  akibat lain yang merupakan risiko usaha, seperti perubahan teknologi, perubahan peratuaran, bencana alam, dan sebagainya.
      Risiko usaha yang ada tidak untuk ditakuti sataupun dicemaskan secara berkepanjangan sehingga akan memperlambat kemajuan usaha. Risiko usaha perlu dikenali, untuk selanjutnya diantisipasi dengan baik. Persiapan dan membuat perhitungan yang matang, mengurangi risko usaha yang berakibat kerugian usaha.
                Sangat banyak usaha yang bisa digarap. Mana yang dipilih, sangat tergantung pada banyak hal, antara lain seperti berikut dijelaskan.
“Perubahan permintaan, perubahan konjungtur, persaingan, dan akibat lain yang merupakan risiko usaha dapat diantisipasi dengan melakukan persiapan yang matang dan perhitungan yang cermat dalam melakakun kegiatan usaha”

1. Analisis Peluang Usaha Berdasar Jenis Produk/Jasa
a. Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainya.
b. Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
c. Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahula menekuni usaha yang sama.

Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut.
a. Pengaruh lingkungan sekitar.
b. banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih.
c. kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
d. banyak sedikit pesaing.
e. adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.
                Apakah dianalisis, pada zaman sekarang, banyak oarang bekerja begitu sibuknya, baik dikantor pemerintah/swasta maupun bekerja dirumah (home industry) sehingga ia tidak sempat mengerjakan hal-hal yang dianggapnya kurang penting. Ini merupakan suatu kondisi yang apabila kita jeli, akan banyak memunculkan peluang atau kesempatan usaha, terutama dibidang jasa atau pelayanan. Jasa yang mendatangkan keuntungan dan kemudahan akan disambut baik oleh konsumen atau masyarakat. Contohnya peluang usaha dibidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini.
1. Jasa servis
    Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi, sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih didalam rumah meraka, seperti televisi, VCD, komputer, vacuum cleaner, mesin cuci, sepeda motor, bahakn mobil. Namun, mereka tidak punya waktu khusus maupun lewatkan untuk merwat dan memperbaiki bila terjadi kerusakan. Disini jasa servis dibutuhkan.
2. Jasa hiburan
     Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh: bioskop, diskotik, cafe, layar tancep dan sebagainya
3. Jasa transportasi
    Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil dan sebagainya
4. Jasa perantara
    Contoh: membantu masyarakat yang akan menjual atau membeli barang, seperti tanah, rumah, sawah, kendaraan bermotor, maupun mobil
5. Jasa kesehatan
    Contoh: memberikan sarana kebugaran, dan kecantikan, seperti fitnes, SPA, pijat refleksi, dan pengobatan alternatif
6. Jasa yang lain
    Contoh: jasa penitipan anak, katering, tenaga kebersihan, penulisan atau pengetikan karya tulis, dan sebagainya.
Sedangkan pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan, peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk-produk yang:
-          Mudah dalam pemakaian
-          Efesien dalam penggunaan
-          Kualitas produk terjamin
-          Hemat dalam pemakaian
-          Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian.

Produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang penuh kesibukan ini dapat dikelompokan menjadi seperti berikut.
1. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan di rumah.
    Contoh: alat pemasak nasi sekaligus menyimpan dan pemanas nasi beserta sayur, satu jenis panci yang multiguna (untuk menggoreng, merebus dan oven), alat peranjang sayuran (kentang, wortel,  dan sebagainya) dengan sebagai bentuk hasil peranjangan, sapu yang punya fungis ganda yang bisa juga untuk pel lantai. Dengan adanya barang-barang tersebut, sangat dimungkinkan seseorang menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan dengan cepat.
2. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah.
    Comtoh: tas multifungsi, yang bisa dipakai buat kerja, tetapi juga bisa dipakai membawa pakaian atau buat perjalanan, yang bisa dilipat atau dimodifikasi dan lain sebagainya
3. Produk lainnya yang dibutuhkan tanpa mengenal tempat.
    Contoh: air dalam kemasan, mie instan, tas dan sebagainya.

2. Analisis Peluang Usaha Berdasar Minat dan Daya Beli Konsumen
                Membuka usaha, baik itu berupa penciptaan produk barang maupun jasa tidak bisa mengabaikan besar kecilnya minat masyarakat dan kuat lemahnya daya beli mereka.
                Untuk mengetahui besar kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:
-          Mengadakan pengamatan
-          Melakukan wawancara
-          Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen.
Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen. Kita harus hati-hati dalam menentukan harga. Kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.
-          Apakah mereka kalangan atas, menengah atau bawah?
-          Apakah mereka berpengahasilan tinggi, sedang atau rendah?
-          Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
-          Apakah mereka  orang yang tinggal dikota, desa atau pesisir pantai?
Analisis tentang minqt dan daya beli konsumen terhadap produk dan jasa tidak dapat diabaikan oleh wirausahawan. Sebab, minat dan kelangsungan hidup suatu usaha. Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha adalah dapat digambarkan sebagai berikut.
-          Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
-          Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat
-          Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat berlangsung.
Berdasarkan pemikiran itu, akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa agar produk yang kita ciptakan mampu menarik konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka itu harus:
-          Memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing
-          Membuat desain yang baru dan harga terjangkau
-          Membuat produk lebih cepat dan lebih murah

Sabtu, 26 November 2016

Doa Pembuka rezeki Menurut Al-Quran dan Hadits


Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambaNya yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’).
Dan doa adalah suatu bentuk ibadah agung yang Alloh Ta’ala perintahkan :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Q.S:Ghaafir: 60)
Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur'an Dan Hadist

Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
Di antara doa doa yang berkaitan dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist  adalah sebagai berikut ini:

1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar. Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,
“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)
Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullâh. (HR. Muslim)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت
“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.
Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar  yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

2. Doa memohon limpahan rezeki
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya :
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah/5: 114)

3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي
Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.
Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.
4. Doa minta kecukupan rezeki
اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
Artinya :
Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,  sehingga aku tidak memerlukan yang haram,  dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)

5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :
اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.

Artinya :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari  kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)

6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang
اللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيْلَ وَالقُرْآنَ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَاغْنِنِيْ مِنَ الْفَقْرِ.
Artinya :
“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).

7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya :

 “Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah).


Sumber; http://hasmidepok.org/kajian-islam/doa-pembuka-rezeki-menurut-al-qur-an-dan-hadist.html

Jumat, 25 November 2016

8 Prisip Sukses Dalam Al-Qura'an

Dunia usaha adalah dunia yang sangat menjanjikan. Banyak orang berusaha keras untuk menjadi pengusaha yang sukses. Tapi tidak sedikit juga orang yang gagal dalam memulai usaha.
Dalam islam, menjadi pengusaha telah dicontohkan oleh Rosulallah. Nabi Muhammad SAW menjadi seorang pedagang sejak usia muda. lalu bagaimana cara menjadi pengusaha yang sukses seperti yang di ajarkan Rosulallah? padahal saya tidak mempunyai kemampuan dalam hal manajemen usaha? Ust. Yusuf Mansur menjelaskan dalam ceramahnya cara atau 8 prinsip pengusaha yang di-ekstak dari Kitab Suci Q.S Ali Imran ayat 14-17.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ {14}* قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُُ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجُُ مُّطَهُّرَةُُ وَرِضْوَانُُ مِّنَ اللهِ وَاللهُ بَصِيرُُ بِالْعِبَادِ {15} الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآإِنَّنَآءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {16} الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِاْلأَسْحَارِ {17} 

Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang dapat membimbing anda meraih sukses. Kedelapan prinsip pengusaha yang selalu diliputi pertolongan oleh Allah SWT sang pemilik modal utama ala Yusuf Mansur. Semoga kedelapan prinsip ini menjadi dasar pijakan anda meraih sukses.

1. Aamanna. 
Yakin bahwa hanya Allah yang berkehendak, Allah yang memberi semua jalan. Ini adalah modal utama yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha. Yakin, yakin, dan yakin. Yakin bahwa Allah selalu memberi kemudahan, memberi jalan untuk sukses dalam dunia usaha.

2. Faghfirlana.
Minta ampun kepada Allah atas segala dosa- dosa yang telah dilakukan. Jangan sampai kegagalan kita dalam memulai usaha adalah karena dosa-dosa yang kita lakukan dimasa lalu. Mohon ampun kepada Allah agar Allah meridhoi dan mempermudah langkah kita untuk     menjadi seorang pengusaha.

3. Waqina 'adzabannar.
Setelah kita yakin, dan telah memohon ampun kepada Allah, yang ke-tiga adalah menjaga diri dari neraka. Artinya tidak mengulangi dosa-dosa yang telah dilakukan.

4. Ash-Shobirinna. Jika prinsip pertama adalah Pondasi, dan Prinsip ke-2 & ke-3 adalah Pembersih maka prinsip yang selanjutnya adalah Ash-shobirinna (Sabar). Sabar dalam hal menjaga diri baik dalam amaliyah, menahan diri dari maksiat atau dalam mengendalikan diri dari hawa nafsu.

5. Ash-Shodiqiina.
Lurus dan Jujur, untuk menjadi seorang pengusaha yang selalu dirahmati oleh Allah, berperilaku jujur, lurus dan baik hati adalah kunci dalam menjalankan setiap usaha.

6. Al-Qonitiina (Taat). Tetaplah mengutamakan Allah diatas segala urusan kita. Taat menjalankan sholat tepat waktu, Perbaiki yang Wajib, Hidupkan yang sunah.

7. Al-Munfiqiina (Bersedekah).
Bersedekah, ini adalah prinsip selanjutnya yang merupakan roket pendorong utama untuk menuju quantum changing. 

8. Mushtaghfiriina Bil Ashhaar. 

Prinsip yang terakhir yaitu Beristighfar di waktu sahur dan berdiri hidupkan sholat malam (Tahajud) karena sesungguhnya 2 rekaat di waktu malam itu lebih baik dari pada dunia seisinya.

Kamis, 24 November 2016

4 Kebiasaan Yang Harus Di Hindari

DO YOU NOW?
Kebiasan sebenarnya dibangun dari mindset. Mindset sendiri memiliki arti yaitu, pola pikir. Kebiasaan terjadi karena pola pikir yang salah, pola pikir itu terjadi karena informasi dan edukasi yang salah. Ada empat kebiasaan yang menyebabkan orang tidak bisa sukses. Berikut ini adalah 4 kebiasaan tersebut:

1. Kebiasaan Malas
Malas merupakan suatu perasaan di mana seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dalam pikirannya sudah memiliki penilaian negatif atau tidak adanya keinginan untuk melakukan hal tersebut. Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.
Beberapa Penyebab Malas , diantarannya:

·         Sulit memahami soal atau pelajaran
Permasalahan satu ini sering dijadikan alasan untuk malas belajar karena kalau sudah sulit dengan soal dalam mata pelajaran kita jadi dipusingkan dengan pelajaran tersebut, untuk mengatasi permasalahan tersebut kita bisa belajar bersama-sama dengan teman atau kita sering sebut belajar kelompok, dengan belajar kelompok kita bisa sharing berbagai soal yang sulit dengan teman kita

·
         Lingkungan sekitar
Lingkungan sangatlah berpengaruh dalam proses belajar. Apabila Lingkungan kita tidak nyaman maka secara otomatis kita akan malas belajar, Untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita menciptakan lingkungan se-nyaman mungkin
 
·
         Nge-game
Apabila kita keseringan nge-game maka kita secara otomatis akan malas belajar karena kita sudah nyaman dengan game yang kita mainkan dan "sangat" berat meninggalkan game yang kita mainkan untuk beranjak belajar. untuk mengatasi permasahan tersebut hendaknya kita atur waktu belajar dan bermain kita.
 
·
         Mood
Mood adalah sesuatu yang sangat berpengaruh dalam proses belajar kita, apabila kita sedang tidak mood kita akan sangat sangat malas belajar, untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita ciptakan mood yang enak untuk belajar.
 
·
         Sarana yang tidak mendukung
Sarana yang tidak mendukung merupakan salah satu faktor penyebab kemalasan dalam belajar. jika sarana tidak atau kurang mendukung untuk belajar kita akan malas belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita mempunyai sarana yang cukup mendukung untuk belajar misalnya buku, ballpoint, pensil, meja belajar, kursi, buku pelajaran dll.
 
·
         Keadaan fisik yang kurang sehat
Apabila kita sakit jangankan belajar mau makan pun kita malas maka dari itu kita syukuri anugrah sehat yang telah diberi Allah dengan cara kita menjaga kesehatan. dengan keadaan fisik yang sehat kita akan semangat belajar.

2. Kebiasaan MEMBUANG-BUANG WAKTU
Kebiasaan membuang-buang waktu, Bahkan mereka membahas tentang bagaimana orang sukses merencanakan waktu untuk keesokan harinya.  Dia menjadwalkan apa yang mau direncanakan besok harinya. Sehingga dia punya jadwal yang jelas, apa yang mau dia lakukan pada keesokan harinya. Ini sangat penting di dalam agendanya.
Orang yang membuang-buang waktu itu karena dia merasa waktunya banyak. Jadi sehari-hari dia tidak tahu harus melakukan apa. Kalaupun dia bekerja, itu tidak lebih dan tidak kurang, motivasinya hanya karena ia digaji. Tapi dia tidak produktif di kantor. Dia merasa bekerja tidak sesuai dengan passion’nya, tetapi ia berpikir “yang penting saya dibayar”. “yang penting saya digaji”.
3. Kebiasaan BOROS UANG/PEMBOROSAN
Pemborosan ini contohnya adalah orang Indonesia itu suka sekali shopping. Akhirnya setelah berbelanja, barangnya cuma ditaruh di gudang, berdebu, dan akhirnya hilang. Tidak pernah dipakai. Orang sukses, mereka itu kalau membeli sesuatu, yang dipikirkan nomor satu adalah barang itu terpakai atau tidak.
Kalau ingin membeli sesuatu, pastikan  bahwa barang itu terpakai. Jangan sampai membeli barang tetapi tidak terpakai. Kalau membeli barang, seberapapun mahalnya asal terpakai dan menghasilkan, itu tidak masalah.
Tapi sering kali bukan, anda membeli itu karena murah, termotivasi karena discount, anda ikut-ikutan teman, teman punya anda juga harus punya. Itulah pemborosan-pemborosan yang tidak perlu. Akhirnya sampai di rumah menyesal. Tidak terpakai. Akhirnya hanya memuat rumah anda penuh seperti gudang.
Kalau anda punya kebiasaan pemborosan seperti ini, ini juga merupakan habit/kebiasaan orang yang tidak sukses. Niscaya kalau anda punyahabit seperti ini, anda tidak akan pernah maju. Biasakan kalau anda ingin membeli sesuatu, pastikan barang itu terpakai dan berguna. Berapapun nilainya tidak masalah.
Anda mau membeli mobil mewah pun tidak masalah. Tetapi harus terpakai, jangan tidak terpakai. Jadi segala sesuatu kalau anda ingin membeli barang, pastikan ada tujuannya. Dan yang terpenting ada nilainya. Supaya jika barang itu memiliki nilai, maka pembelian tersebut ada gunanya.
4. Kebiasaan TIDAK GEMAR MENABUNG
Kebiasaan Tidak Gemar Menabung ini adalah kebiasaan yang keempat, tidak gemar menabung. Orang yang tidak gemar menabung ini juga masalah mindset dan masalah habit. Menabung itu seperti yang Robert Kiyosaki katakan, bahwa :
“Bukan berapa banyak uang yang anda hasilkan, tetapi yang terpenting adalah berapa banyak uang yang anda simpan. Itu akan menentukan kekayaan anda”.
Jadi meskipun anda hari ini mempunyai gaji puluhan kali lipat diatas rata-rata diantara teman anda, itu tidak menyebabkan anda kaya. Tidak. Belum pasti. Karena untuk apa anda mempunyai gaji sampai 50 juta per bulan, tetapi pengeluaran anda 51 juta per bulan? Anda masih minus satu juta.
Tapi jauh lebih baik anda punya penghasilan 10 juta saja per bulan, tetapi anda bisa menyimpan 1 juta per bulan. Berarti anda masih surplus 1 juta. Dan 1 juta ini konsisten, setiap bulan anda tabung.
Tetapi sikap gemar menabung ini, gemar saving, ini harus dijadikan sebuah kebiasaan. Karena kebanyakan manusia itu penghasilannya cuma ‘numpang lewat’. Jadi cuma transit di rekeningnya. Hari ini gajian, besok sudah habis. Hari ini gajian, besok habis. Tidak usah menunggu sampai 1 minggu.
Banyak sekali orang-orang di seluruh Indonesia, bahkan bukan cuma di Indonesia yang seperti itu. Apabila ada uang datang, habis. Ada uang, habis lagi. Tidak pernah : PAY ME FIRST. Membayar diri saya sendiri terlebih dahulu. Padahal menabung adalah kunci untuk anda agar bisa mencapai kebebasan finansial suatu hari. Menabung itu merupakan suatu habit yang dimiliki oleh orang-orang sukses.

Jadi anda mau alasan apapun, menabung itu tidak boleh diabaikan. Karena menabung itu lebih kepada pola pikir/ mindset dan akhirnya menjadi sebuah habit. Kalau anda misalnya adalah orang yang suka makan enak, itu adalah habit. kalau misalnya anda suka tidur malam, itu habit. Kenapa anda tidak membangun habit yang positif? Contohnya gemar menabung. Dengan demikian meskipun itu berat, tapi kalau anda bisa lakukan itu terus, niscaya anda akan menjadi orang yang sukses suatu hari nanti.